HEADLINE

Ultimatum Presidium Mahasiswa Mataram Raya: Kepala BGN NTB Eko Prasetyo Harus Mundur Jika Gagal Tangani Keracunan MBG!

Presidium Umum Mahasiswa Mataram Raya, Muhammad Sapiin, menuntut pertanggungjawaban Kepala BGN NTB, Eko Prasetyo, atas tragedi keracunan ratusan siswa di Lombok Tengah pada Jumat, 11 September 2026 melalui evaluasi menyeluruh.

“Kami mengecam keras kelalaian operasional ini karena nyawa anak sekolah dasar dipertaruhkan akibat manajemen dapur yang buruk, sehingga BGN NTB harus segera mengambil tindakan hukum tegas.”

Insiden tragis tersebut meracuni 333 siswa sekolah dasar di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah pada Jumat pagi akibat mengonsumsi kebab ayam bermayones yang diproses tanpa standar keamanan pangan memadai.

Merespons krisis ini, Sapiin mendesak BGN NTB untuk mengaudit total infrastruktur logistik seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi agar kelalaian perusak program nasional ini tidak terulang.

Meskipun Eko Prasetyo menangguhkan izin operasional dapur tersebut di Lombok Tengah, mahasiswa menilai sanksi administratif itu lemah mengingat pelanggaran rantai pasok ini mengancam keselamatan jiwa.

“Sanksi penutupan sementara sama sekali tidak cukup memberikan efek jera, kami menuntut penerapan sanksi pidana bagi pengelola dapur yakni SPPI yang secara sadar mengabaikan infrastruktur rantai dingin saat mendistribusikan makanan.”

Temuan lapangan di Batukliang pada hari kejadian membuktikan ketiadaan kotak insulasi termal saat distribusi makanan pagi hari, sehingga memicu perkembangbiakan bakteri mematikan yang menghancurkan esensi program gizi gratis.

Oleh karena itu, mahasiswa Mataram Raya bersatu bulan ini di NTB untuk mengawal kasus tersebut, memastikan aparat kepolisian memproses pidana pihak yang meracuni anak-anak demi memangkas biaya operasional.

Kemarahan Sapiin memuncak setelah Ombudsman NTB menyingkap maladministrasi pengawasan program belakangan ini, membuktikan kelemahan fatal sistem BGN terhadap perlindungan keselamatan penerima manfaat.

Presidium Mahasiswa secara tegas mengingatkan BGN NTB agar memprioritaskan keselamatan nyawa anak-anak di atas target penyaluran harian dengan mematuhi standar mutu gizi mutlak.

“Jika Eko Prasetyo tidak mampu membenahi sistem pengawasan yang bobrok ini dan menjamin keamanan pangan anak-anak kita, saya minta mundur dari jabatan Kepala Regional BGN NTB jika tidak becus!”

Sebagai penutup, aliansi mahasiswa Mataram Raya mengancam menggelar demonstrasi besar-besaran di NTB dalam waktu dekat jika tuntutan pembenahan dan pengunduran diri tersebut diabaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *