Modus Bantu Cairkan, Oknum Pendamping PKH Praya Barat Diduga Potong Bansos Rp1,2 Juta
PRAYA BARAT — Kasus dugaan penyelewengan dana Bantuan Sosial (Bansos) mencuat di Kecamatan Praya Barat. Seorang oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) berinisial TK diduga memanipulasi dan memotong dana milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berinisial A, yang kini berujung pada ancaman pelaporan hukum.
Berdasarkan penelusuran, kronologi bermula pada 30 Juni 2026. Saat itu, TK mendatangi kediaman A dengan dalih bantuan telah cair dan secara proaktif menawarkan jasa untuk mewakili penarikan dana. Usai transaksi, TK hanya menyerahkan uang tunai sebesar Rp600.000 kepada A, tanpa disertai struk bukti penarikan resmi dari bank.
“Waktu itu tanggal 30 Juni dia (TK) tiba-tiba datang ke rumah. Katanya uang bantuan sudah cair, lalu dia menawarkan diri untuk mengambilkan. Begitu kembali, saya cuma dikasih Rp600 ribu saja tanpa diberikan struk bukti tarikan apa-apa,” ungkap A memberikan kesaksian.
Kecurigaan A akhirnya terbukti pada Minggu, 12 Juli 2026. Ia berinisiatif mengecek riwayat mutasi rekening secara mandiri melalui agen BRILink terdekat. Hasil cetak transaksi menunjukkan fakta perbankan bahwa pada tanggal 30 Juni 2026, dana yang ditarik dari rekeningnya adalah sebesar Rp1.800.000, bukan Rp600.000.
“Baru hari ini saya cek mutasi di BRILink dan kaget melihat penarikan aslinya ternyata Rp1,8 juta. Sebenarnya hal seperti ini sering kali terjadi, tapi saya baru sadar betul sekarang kalau selama ini ada manipulasi dari pendamping PKH,” terang A dengan nada kecewa.
Menyikapi temuan selisih dana sebesar Rp1.200.000 tersebut, A merasa sangat dirugikan dan menuntut pertanggungjawaban. Ia mendesak pihak pengawas di tingkat kecamatan untuk tidak tutup mata terhadap dugaan penyalahgunaan wewenang ini.
“Saya minta Koordinator Kecamatan PKH Praya Barat segera mengatensi dan menindaklanjuti masalah ini secara serius. Kalau dibiarkan dan tidak ada tindakan tegas, saya pastikan akan membawa kasus ini ke ranah hukum,” tegas A memungkasi.

